Bait Suci ke Tiga ( part I )

Bait Suci ke Tiga
Adalah Bait Suci yang dibangun di Yerusalem untuk antikristus

Sekarang Israel dipimpin oleh pemerintahan “garis keras” yang tanpa kompromi, dialah Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel. sejak tahun 1996 Israel berubah menjadi bangsa  yang radikal ketika pemerintahan berada di tangan Shimon Peres dan Yitzak Rabin yang mendapat bagian dalam mengatur “tanah perdamaian”.
Panggung politik Israel yang terdiri dari 120 kursi di parlemen telah diisi oleh Arab Israel, bahkan anti-Yahudi Israel, golongan konservatif, ultra konservatif. Mereka memiliki kuasa atas setiap keputusan di Israel. Suara-suara memecah belah semakin meningkat belakangan ini, dari sini kita lihat tampaknya Israel sedang digorok menjadi potongan kecil-kecil.
 
Siapa yang tidak membenci Israel akhir-akhir ini ? permusuhan terhadap Isarel semakin meningkat tajam. Kita tahu semua akan menuju perang Harmagedon tepat seperti yang dibicarakan dalam Alkitab.
Arial Sharon, sang pembentuk partai Kadima moderat beberapa tahun lalu, telah menjadi Perdana Menteri Israel dibantu oleh Ehud Olmert, walikota Yerusalem. Sekarang Ehud Olmert sedang menuju jalan konservatif dalam usaha pembentukan Tatanan Dunia Baru (NWO) dengan salah satu jalan  dengan mengorbankan  Israel. 

Organisasi Islam di Palestina , Hamas, telah diberi kuasa oleh otoritas Palestina untuk mengambil alih jalur Gaza, dan jihadpun merebak di seluruh wilayah Palestina. Koperasi di Suriah secara efektif merusak pemerintahan Libanon, sehingga perbatasan Utara Israel di kuasai dan ditutupi Suriah, perbatasanpun diserahkan Suriah dibantu Organisasi Hizbullah. Sedangkan tepi Barat Israel dikuasai  Organisasi garis keras, Fatah, yang juga mendapat otoritas dari Palestina dan dukungan internasional.
Betlehem, Nazaret, Hebron, Yeriko dan Galilea akan segera terlepas dari wilayah kekuasaan Israel. Dengan dukungan George Bush dan Condoleezza Rice, wilayah Palestina didorong sekeras mungkin mendekati Yerusalem. Hal ini tentu secara tidak langsung menuju program pembangunan Bait Suci ke tiga. Dan semakin ada kepastian bahwa Palestina  akan menguasai  Yerusalem Timur. Dan seharusnya kita sudah tahu bahwa semua itu sudah dinubuatkan oleh Alkitab. ( Wahyu 11 : 1 – 2 ).

Kepentingan Kristen atas apa yang terjadi di Yerusalem 

Apa yang harus di perhatikan oleh Kristen dengan apa yang terjadi atas Yerusalem dan Israel? Kristen mencari tanda-tanda terdekat dari kedatangan Yesus yang kedua. Itu saja. Apa yang terjadi atas Yerusalem dan Israel bukanlah hal yang mengejutkan bagi Kristen, seburuk apapun semua sudah tertulis dalam Alkitab.
Tanda yang signifikan adalah pembangunan Bait Suci ke tiga di gunung Moria, penerapan kembali ibadah sesuai dalam Perjanjian Lama, kemudian segera muncul pemimpin antikristus dan menghentikan doa dan pengorbanan itu. Ini disebut kekejian yang membinasakan atau pembinasa keji ( Daniel 9 : 27 ).

Disana ada sapi berwarna merah ( heufer )bernama “Geula”. Sekarang masih disembunyikan dan dipersiapan untuk menguduskan Bait Suci ke tiga.

Pada tahun1990, Yitzak Rabin dan Shimon Peres baru saja di berikan “lahan” untuk mencapai dan mewujudkan perdamaian Israel dengan tetangga Arab yang dipimpin oleh Yasser Arafat, dari situ tampaknya proses pembangunan Bait Suci yang ketiga akan tertunda. Namun PBB tidak tinggal diam, PBB memiliki banyak suara daripada Israel sendiri dalam mengontrol Yerusalem dan wilayah-wilayah suci lainnya.
 “Peres” dalam bahasa Ibrani berarti “dibagi”. Ini adalah nubuat Daniel ketika Belsyasar mendapat penglihatan bahwa Yerusalem akan terbagi ( Dan. 5 : 25 – 28 ).
 
Sumpah Arafat untuk Yerusalem

Ketua PLO, Yaser Arafat, telah bersumpah bahwa Yerusalem akan menjadi Ibukota Palestina, dia ingin menguasai Temple Mount. Setelah kematian Arafat, otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, memperbolehkan oposisi mereka , Hamas dan Hizbullah untuk menguasai jalur Gaza dan perbatasan Tepi Barat.
Sejak Desember 2007, siaran berita Palestina menyiarkan peta Negara Palestina tanpa menempatkan Negara Israel pada peta itu. Negosiasi pembahasan Timur Tengah di Annapolis, Maryland dibawah naungan George Bush pun tidak membuahkan hasil yang berarti. Juga pada saat yang sama Olmert secara terbuka mengumumkan bahwa Yerusalem akan menjadi Ibukota Palestina, bahkan ada hukuman mati bagi penghianat dan penentang negara.

Nubuat Alkitab Tentang Yerusalem

Wahyu 11 : 2   “Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya.”

Ayat ini menunjukkan bahwa Israel hanya akan mengontrol Bait Suci Allah, sementara bangsa-bangsa lain akan menguasai sisanya, bahkan Yerusalem akan terbagi, dan waktunya adalah selama tiga setengah tahun.
Pada 14 Maret 1999, Uni Eropa menyatakan bahwa Yerusalem secara teknis bukan ibukota Israel dan bukan milik Israel. Ini adalah pernyataan provokatif dan merupakan jalan terbuka bagi bangsa-bangsa lain untuk menguasai wilayah-wilayah Israel.  

Namun pada waktu itu Perdana Menteri Luar Negeri, Ariel Sharon merespon dengan mengatakan :”Pemerintahan kami tidak memberikan kelonggaran apapun dalam hal status Yerusalem. Yerusalem adalah Ibukota bangsa Yahudi selama 3000 tahun, kota besar Negara Israel selama 50 tahun, dan akan tetap untuk selamanya.” Juga di KTT Dunia, di kantor PBB di New York, September 2005, Ariel Sharon menyatakan kepada dunia bahwa Yerusalem adalah “tetap untuk selamanya dan merupakan kota besar di Israel yang tidak terbagi.”

 Hanya beberapa minggu kemudian, Sharom dibungkam ketika jatuh koma, dan sejak saat itu sangat sedikit suara bergema tentang sentiment untuk melindungi dan melestarikan Yerusalem sebagai milik Israel.

Shimon Peres (poto kanan), telah menemani Sharon di PBB pada saat itu sebagai rekan di “Tanah Perdamaian”. Namun setelah itu Peres menjadi lebih konservatif. Pengganti Sharon, Ehud Olmert, di anggap sebagai penerus perjuangan Sharon, namun hal itu hanya sesaat. Sekarang kebijakan Olmert sangat berlawanan dengan Sharon. Bahkan Olmert dan Peres mempunyai kesepakatan membagi Yerusalem.

 
Yerusalem akan menjadi sumber konflik besar dalam waktu dekat. Kita akan melihat Yerusalem menjadi tanah peperangan dan akhirnya Yerusalem tidak jatuh ketangan Israel, namun ketangan otoritas Palestina, Hamas, Hizbullah, Iran atau Suriah. NWO akan mengendalikan Yerusalem. PBB dan Gereja Katolik Roma akan mengatur Yerusalem segera.


Mount Of Tempel untuk pembangunan Bait Suci ke Tiga 

Gershon Salomon, ketua Temple Mount Faithful ( Organisasi terkemuka di Israel yang bekerja untuk membangun kembali Bait Suci ke Tiga ) menyatakan bahwa pemerintahan Netanyahu merupakan kabar baik bagi prospek pembangunan kembali Bait Suci, seperti dalam kampanyenya; Netanyahu jika terpilih menjadi Perdana Menteri akan menekankan pembukaan Temple mount (Gunung Kuil) untuk ibadah  Yahudi.

bersambung ke bagian 2

Tidak ada komentar: