Meterai Allah (Seal of God)

Dalam Kitab Wahyu diceritakan tentang adanya meterai dari Allah pada dahi umat pilihanNya, namun meterai yang bagaimanakah yang di maksud? Tanda meterai dari Allah dan tanda binatang merupakan hal penting yang perlu diperhatikan dan diketahui dalam mempelajari tentang tanda akhir jaman. Beberapa orang Kristen mencari-cari dan menunggu bentuk tanda fisik meterai dan tanda itu, namun kita percaya bahwa meterai Allah dan tanda binatang merupakan bentuk “spiritual”. Kita perlu mengerti dan mempelajari Alkitab lebih lagi. Jangan lupa bahwa setan masih bekerja menjatuhkan umat pilihan melalui pengajaran sesat.

>>>>>>>>>>>>>>>> Oleh karena kasih Tuhan Yesus Kristus kita diselamatkan, dan sebagai umatNya kita harus melakukan perintah-perintahNya. Kita melakukan perintah-perintahNya bukan untuk mendapatkan keselamatan namun sebagai ungkapan kasih kita kepada Tuhan Yesus Kristus.  Karena jika orang mengaku percaya kepada Yesus namun masih hidup dalam dosa maka orang itu tidak benar-benar percaya kepada Nya. <<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

Wahyu 7 : 2 – 3  “Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, katanya : “Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!”
Jadi para hamba-hamba Allah akan menerima meterai dari Allah.

Wahyu 13 : 16 – 17  “Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.”
Juga para pengikut binatang akan menerima tanda khusus dari binatang.

Pada akhir jaman akan ada dua group. Group pertama adalah para hamba-hamba Allah yang telah menerima meterai dari Allah pada dahi mereka. Dan group kedua adalah mereka yang mengikut setan dengan tanda binatang pada dahi dan tangan kanan mereka. Group manakah kira-kira yang anda pilih sekarang?
Wahyu 14 : 9 – 10  “Dan seorang malaikat lain, malaikat ketiga, menyusul mereka, dan berkata dengan suara nyaring: “Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya, maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murkaNya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba.”

Saya kira kita membutuhkan meterai dari Allah. Ini adalah peringatan penting dalam Alkitab. Pada waktu itu murka Allah akan tercurah “tanpa campuran”. Jika kita sudah membaca Alkitab ,maka kita sudah tahu sebelumnya bahwa ketika murka Allah tercurah atas manusia biasanya selalu terdapat campuran “pengampunan” didalamnya. Namun pada akhir jaman pada penghakiman terakhir, Allah akan mencurahkan murkaNya “tanpa campuran pengampunan” kepada mereka yang mengikut binatang dan menerima tandanya. 
Ada fakta mengejutkan dari pernyatan ini:

Yeh 9 : 4 – 10  “Firman TUHAN kepadanya: “Berjalanlah dari tengah-tengah kota, yaitu Yerusalem dan tulislah huruf  T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan disana.” Dan kepada yang lain aku mendengar Dia berfirman: “Ikutilah dia dari belakang melalui kota itu dan pukullah sampai mati! Janganlah merasa sayang dan jangan kenal belas kasihan. Orang-orang tua, teruna-teruna dan dara-dara, anak-anak kecil dan perempuan-perempuan, bunuh dan musnahkan! Tetapi semua orang yang ditandai dengan huruf  T itu, jangan singgung! Dan mulailah dari tempat kudusKu!” Lalu mereka mulai dengan tua-tua yang berada dibalai Bait Suci. Kemudian firmanNya kepada mereka : “Najiskanlah Bait Suci itu dan penuhilah pelataran-pelatarannya dengan orang-orang yang terbunuh. Pergilah!” Mereka pergi ke luar dan memukuli orang-orang sampai mati di dalam kota. Sedang mereka memukuli orang-orang sampai mati – waktu itu aku tinggal di belakang – aku sujud dan berseru, kataku: “Aduh, Tuhan ALLAH, apakah Engkau memusnahkan seluruh sisa Israel di dalam mencurahkan amarahMu atas Yerusalem?” JawabNya kepadaku:”Kesalahan kaum Israel dan Yehuda sangat banyak, sehingga tanah ini penuh hutang darah dan kota ini penuh ketidakadilan; sebab mereka berkata: TUHAN sudah meninggalkan tanah ini dan TUHAN tidak melihatnya. Karena itu Aku juga tidak merasa sayang dan tidak akan kenal belas kasihan; kelakuan mereka akan Kutimpakan atas kepala mereka.”

“Belajar dari kitab Yehezkiel pasal 6. Firman ini akan tergenapi secara harfiah; waktunya sudah dekat, orang-orang sedang tidur. Mereka menolak merendahkan hati mereka dan menolak untuk diubahkan. Tidak lama lagi Tuhan  akan menunjukkan kebesaranNya. Waktunya singkat. Tuhan memanggil; apakah anda mendengarNya? Apakah anda menerima pesanNya? Akankah anda akan diubahkan sebelum terlambat? Segera, sangat segera, setiap kasus akan diputuskan untuk kekekalan” (E.G. , Letter 106, 1909, pp. 2, 3, 5, 7. (To "The churches in Oakland and Berkeley", September 26, 1909.) E. G. Manuscript Releases Volume One, p. 260)

Perhatikan kata “ditandai” dalam Yehezkiel 9, ini adalah meterai Allah. Sekarang pertanyaannya adalah, apakah anda berkeluh kesah dan meratap karena ketidakadilan bagi umat Allah? Apakah anda menyesali dosa-dosa anda? Apakah anda berlutut dihadapan Allah Yang Maha Tinggi dan meninggalkan dosa-dosa anda serta hidup dalam kekudusan dan kebenaran didalam Kristus? Ini serius kawan, karena kepada mereka yang tidak hidup kudus bagi Allah , ia tidak akan menerima meterai dari Allah. 

Dan bagi mereka yang tidak menerima meterai dari Allah akan menerima tanda dari binatang, seperti dalam Wahyu 14,  mereka akan menerima murka Allah dan akan dilemparkan kedalam lautan api. Jadi biarkan Allah yang menerangi dan mengajarkan kepada kita tentang kebenaran dalam Alkitab dan jangan percaya pada pengajaran manusia yang tidak sesuai Firman Allah. Dan apakah “meterai” dari Allah itu? Kita tahu bahwa mereka yang benar-benar melayani Allah dan mengikuti Yesus akan menerima meteraiNya. Namun apakah jika kita menerima meterai itu kita harus mempertahankannya? Tentu saja! Sebab meterai dari Allah akan hilang jika kita menerima tanda dari binatang dan akhirnya terbuang dalam lautan api. Karena itu juga anda perlu mengerti tentang tanda binatang dan bagaimana manusia bisa menerima tanda antikristus itu.

Wahyu 14 : 1  “Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis namaNya dan nama BapaNya.”  Bagi mereka yang menerima meterai dari Allah, menerima nama Bapa di sorga pada dahinya. Jangan dikira bentuk meterai ataupun tanda ini seperti sebuah tato. Dalam Wahyu 17 Yohanes melihat seorang perempuan duduk diatas seekor binatang dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia, “Babel Besar”, Akankah pada akhir jaman sekarang kita akan melihat dengan mata kita bahwa seorang perempuan akan duduk diatas seekor binatang dan pada dahinya tertulis nama misteri Babel?. Juga pada Wahyu 13 , akankah kita melihat dua binatang yang membuat manusia di bumi datang menyembah mereka? Kita tahu bahwa kitab Wahyu sebagian besar merupakan sebuah penggambaran atau kiasan tentang masa depan. Apakah pada jaman sekarang orang-orang akan menyembah binatang yang meraung-raung? Tentu tidak. Baik meterai, tanda binatang, perempuan ataupun binatang adalah sebuah kiasan dan tidak kasat mata, jadi kita akan menghadapi meterai dan tanda ‘spiritual”.

Apakah meterai itu adalah Nama Tuhan?

Nama Tuhan (meterai Allah)  ini adalah sebuah nama, sebuah kata, dan apakah memiliki makna lebih dalam? Kel. 34 : 5 – 7 “Turunlah TUHAN dalam awan, lalu berdiri disana dekat Musa serta menyerukan nama TUHAN. Berjalanlah TUHAN lewat dari depannya dan berseru: “TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasihNya dan setiaNya, yang meneguhkan kasih setianya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa: tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat.”
 
Tuhan memperkenalkan namaNya kepada Musa, dari ayat di atas kita ketahui bahwa Allah tidak hanya sekedar memperkenalkan namaNya, namun juga menyatakan karakterNya; pengampun, penyayang, panjang sabar, berlimpah kasih setia, adil.  Sifat-sifat Allah ini menunjuk pada “nama TUHAN”. Dan kita dapat juga melihat dalam Yohanes 17 : 6  “Aku telah menyatakan namaMu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepadaKu dari dunia. Mereka itu milikMu dan Engkau telah memberikan mereka kepadaKu dan mereka telah menuruti firmanMu.”    Yesus tidak hanya menyebutkan nama TUHAN dengan benar, Dia telah menyatakan karakter Bapa di sorga melalui hidupNya di bumi. Jadi sudah dikatakan dalam Alkitab bahwa barangsiapa melayani Allah akan menerima nama Bapa pada dahi mereka, artinya bahwa  atribut karakterNya telah masuk kedalam pikiran dan tingkah laku hambaNya. Jadi didalam “dahi” (pikiran) kitalah kita menerima ‘meterai’ dari Allah.

Kasih diungkapkan dengan ketaatan, dan kasih yang sempurna melenyapkan semua ketakutan. Siapa yang mengasihi Allah, memiliki meterai dari Allah pada tangannya dan melakukan pekerjaan-pekerjaan sesuai kehendak Allah.

Wahyu 14 : 12  “Yang penting disini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah-perintah Allah dan iman kepada Yesus”. Pada akhir jaman , Tuhan akan memiliki hamba yang terdiri dari orang-orang yang menjaga 10 perintahNya dan memiliki iman di dalam Kristus. Namun orang-orang Kristen sekarang tampaknya beranggapan bahwa Kristen modern hanya perlu menjaga perintah-perintah dari Yesus saja sesuai pada Perjanjian Baru dan mengabaikan 10 perintah Tuhan. Perhatikan pada ayat diatas bahwa orang-orang kudus tidak hanya beriman didalam Yesus namun juga melakukan 10 perintah Tuhan, mereka tidak hanya percaya namun mereka juga mengikutiNya dan melakukan kehendakNya.

Hubungan antara 10 perintah Tuhan dengan meterai Allah

Yes 8 : 16   “Aku harus menyimpan kesaksian ini dan memeteraikan pengajaran ini di antara murid-muridku.”
Kel 13 : 9   “Hal itu bagimu harus menjadi tanda pada tanganmu dan menjadi peringatan di dahimu, supaya hukum TUHAN ada di bibirmu.”
Ul 6 : 1 – 8   “Inilah perintah, yakni ketetapan dan peraturan, yang aku ajarkan kepadamu atas perintah TUHAN, Allahmu, untuk dilakukan di negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, supaya seumur hidupmu engkau dan anak cucumu takut akan TUHAN, Allahmu, dan berpegang pada segala ketetapan dan perintahNya yang kusampaikan kepadamu, dan supaya lanjut umurmu. Maka dengarlah, hai orang Israel! Lakukanlah itu dengan setia, supaya baik keadaanmu, dan supaya kamu menjadi sangat banyak, seperti yang dijanjikan TUHAN, Allah nenek moyangmu, kepadamu di suatu negeri yang berlimpah-limpah susu madunya.   Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu.”

 Tanda dan meterai Allah adalah sama, lihat dalam Roma 4 : 11  “Dan tanda sunat itu diterimanya sebagai meterai kebenaran berdasarkan iman yang ditunjukkannya.”
Hamba-hamba Allah yang benar akan menjaga 10 perintah Tuhan dan mereka menerima meterai atau tanda bahwa mereka adalah hamba-hamba Allah. Tuhan tidak ingin umat Israel secara fisik “menulis” hukumNya pada dahi dan tangan mereka, namun Tuhan menghendaki hukum-hukumNya tertulis di dalam pikiran mereka, dan mereka juga mengingat serta menjaga hukumNya setiap hari sehingga mereka tidak berbuat dosa lagi. 

Ibrani 10 : 16  “Inilah perjanjian yang Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu,” Ia berfirman pula: “Aku akan menaruh hukumKu di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka.”   Perintah-perintahNya akan tinggal di dalam pikiran kita.

1 Yoh 2 : 3 – 4   “Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintahNya. Barangsiapa berkata : Aku mengenal Bapa, tetapi ia tidak menuruti perintahNya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.”
I Yoh 5 : 3   “sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintahNya. Perintah-perintahNya itu tidak berat.” 

Seperti yang kita lihat, bahwa hamba-hamba Allah adalah mereka yang taat dan menjaga perintah-perintahNya. Tuhan tahu bahwa mereka adalah milikNya dan mereka menerima meteraiNya. Namun jika anda ingin menerima tanda binatang anda telah melawan dan menolak Tuhan dan hukum-hukumNya. Orang-orang yang menerima meterai dari Allah akan menjaga semua dari 10 perintah Tuhan, termasuk perintah tentang hari sabat.

Tentang meterai

Kita pelajari sedikit tentang definisi meterai, misalnya pada meterai dari seorang raja; meterai dari raja terdiri dari tiga bagian; Namanya, Jabatan atau Kekuasaannya dan Wilayah Kekuasaannya. Sebagai contoh; 1. Soekarno, 2. Presiden, 3. Indonesia. Dan sekarang apa yang terjadi dengan meterai itu?
Dan 6 : 16 – 18  “Lalu bergegas-gegaslah orang-orang itu menghadap raja serta berkata kepadanya: “Ketahuilah, ya raja, bahwa menurut undang-undang orang Media dan Persia tidak ada larangan atau penetapan yang dikeluarkan raja yang dapat diubah!” Sesudah itu raja memberi perintah, lalu diambillah Daniel dan di lemparkan ke dalam gua singa. Berbicaralah raja kepada Daniel: “Allahmu yang kau sembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau! Maka dibawalah sebuah batu dan diletakkan pada mulut gua itu, lalu raja mencap itu dengan cincin meterainya dan dengan cincin meterai pembesarnya, supaya dalam hal Daniel tidak dibuat perubahan apa-apa.”
Jadi meterai seorang raja yang sudah diputuskan tidak dapat diubah oleh siapapun.

Apakah Hukum Tuhan berisi tanda atau meterai?

Di dalam 10 perintah Tuhan, ada tertulis perintah kepada siapa kita harus menyembah, yaitu pada perintah ke empat. Tahukah anda bahwa perintah tentang sabat merupakan satu-satunya perintah yang mengatakan kepada siapa kita harus menyembah, Jika anda mencoba untuk menyingkirkan perintah ke empat ini, maka anda tidak akan tahu siapa yang membuat perintah-perintah itu dan  kepada siapa anda harus menyembah. Perintah ke empat berisi “tanda tangan” Tuhan,  jika anda memperhatikankannya, anda akan tahu alasan mengapa Tuhan memberi perintah  tentang hari sabat.

Kel 31 : 16 – 17  “Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan Sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal. Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya  TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat.”

Ayat diatas sekarang tidak hanya ditujukan bagi orang-orang Yahudi saja, namun juga anda dan saya.  Roma 9 : 6 – 8  “akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel, dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: “Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu.” Artinya : bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak Allah, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar.”  Kita bisa berkata bahwa kita adalah “anak-anak perjanjian” atau kita juga adalah “anak-anak Israel”. Karena itu kita harus berlaku sebagai anak-anak Allah.  Jadi hari sabat adalah tanda Allah atau meterai Allah, sebagai pernyataan kekuasaanNya sebagai pencipta langit dan bumi, dan dengan menjaganya (hari sabat) kita telah menyatakan bahwa Allah kita adalah sang pencipta sejati yang layak disembah. Sekarang perhatikan perintah ke empat demikian;

Kel 20 : 8 – 11   “Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.”

Apakah anda melihat meterai dari Allah pada perintah yang ke empat ini? NamaNya; TUHAN , KekuasaanNya; PENCIPTA , Wilayah KekuasaanNya; LANGIT dan BUMI.

Perintah ke empat menyatakan hari ketujuh adalah hari sabatNya, untuk menetapkannya, Tuhan telah menuliskan meteraiNya dalam perintah ini, dan menunjukkan bahwa meteraiNya tidak dapat di ubah oleh siapapun di bumi. Tuhan tahu bahwa antikristus (RCC) akan datang dan merubah hukumNya dan mencoba menyesatkan orang-orang untuk menyembahnya. Meterai Allah bukan sembarang meterai, namun meterai ini akan ada pada orang-orang yang mentaati hukumNya, yang menyembahNya dengan benar pada hari yang benar sesuai perintahNya yang sudah tertulis dalam 10 perintah Tuhan. Salah satu hal yang membuat hari sabat sebagai meterai Allah adalah karena hanya perintah  ke empat inilah dimana sebagian besar orang-orang percaya telah menolak dan mengabaikan karena penyesatan dari setan.

Kita tidak akan menerima meterai dari Allah hanya dengan menjaga hari sabat saja

Kita perlu dan harus menjaga seluruh hukum Tuhan, sebab Jika kita tidak taat kepada yang satu maka kita juga tidak taat kepada yang lain. Tetapi hari sabat bisa merupakan pencobaan pada akhir jaman. Seperti Adam dan Hawa yang harus taat terhadap perintah Tuhan untuk  menjauhi hanya satu pohon, yaitu pohon Pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Begitu juga dengan kita, Dia telah memerintahkan untuk menjaga satu hari saja bagi Dia dalam seminggu untuk beristirahat dan menyembah Tuhan. Sebab ketika tanda binatang mulai diterapkan secara paksaan, maka kita tahu bagaimana harus memilih yang terbaik bagi hidup kita. Meskipun harus menghadapi tekanan iman, ekonomi, lingkungan masyarakat, namun kita tetap taat kepada Kristus dan menolak tanda binatang itu. Meskipun kita tidak dapat membeli atau menjual karena tidak menerima tanda binatang, kita tidak dapat membeli makanan untuk dimakan, namun percayalah Tuhan menyediakan, Tuhan akan mengubah batu menjadi roti.

Kita akan mendapat meterai dari Roh Kudus dan kita berjalan bersama Dia sepanjang jalan hidup kita, jika sabat merupakan tes terakhir maka kita tahu bagaimana memutuskannya untuk tetap taat kepada Allah yang hidup. Terimalah meterai dari Allah, dan terimalah hidup kekal bersama Kristus.

GBU

3 komentar:

Agus Pahala Tua mengatakan...

THANKS , i love jesus

Agus Pahala Tua mengatakan...

love jesus

Ilmu IT Ku mengatakan...

thank's sodara ku