Dua Saksi Allah ( 1 a )

Dua Saksi Allah ( 1 a )
Markus 9 : 2 – 10

Setelah Yesus dan murid-muridNya lama mengajar dan melayani orang banyak, maka mereka memisahkan  diri dari keramaian orang. Kemudian Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa.”(Markus 9 : 1). Sepertinya Yesus akan menunjukkan sesuatu yang besar kepada mereka. Enam hari kemudian Yesus membawa tiga muridNya ke sebuah gunung yang tinggi. Mereka adalah; Petrus, Yakobus, dan Yohanes.  Kemudian Yesus mulai berlutut dan berdoa bersama murid-murid itu, namun karena rasa kantuk yang sangat maka ketiga murid itu tertidur. Tiba-tiba Yesus berubah rupa di depan mereka. “Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus.” Mark. 9 : 4. Musa, Elia dan Yesus ada di sana dengan Petrus, Yakobus dan Yohanes. Musa dan Elia adalah lambang firman Tuhan. Musa melambangkan hukum dan Elia mewakili para nabi. 

Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.” Mat. 5 : 17.

Musa adalah pengantara bangsa Israel dengan Allah untuk menyampaikan hukum-hukum dan perintah-perintah Allah. Dan Elia adalah nabi terbesar di jaman Perjanjian Lama. Dua nabi besar inilah yang dimaksud sebagai dua “nabi spiritual” dalam Wahyu 11 : 10. Kedua nabi ini adalah gambaran bagi umat pilihan Allah yang akan bersaksi pada akhir jaman, umat pilihan Allah akan bersaksi sebagai penjaga sepuluh hukum Taurat dan sebagai saksi Yesus, sang juru selamat, sang Mesias. 

Jika diperhatikan, firman Tuhan, dalam hal menggambarkan sesuatu  adalah secara sepasang, seperti; sepuluh perintah Tuhan yang di tulis pada dua loh batu, firman Tuhan yang digambarkan sebagai pedang bermata dua. namun firman Allah mengacu pada satu keutamaan, yaitu Yesus. Ibrani 10 : 7  “sungguh Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku”. Yesuslah firman yang hidup, dialah yang utama. Yoh. 1 : 14  “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaanNya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”

Dalam Lukas 16 : 31  “..Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.  Yesus menggambarkan perumpamaan antara Lazarus dan orang kaya, Disini Yesus ditempatkan sebagai prioritas utama dari firman Tuhan dan kita jangan sampai melewatkannya. Tidak peduli seberapa besar mujizat yang anda terima, ataupun kesaksian tentang seseorang yang bangkit dari kematian, anda seharusnya tetap menempatkan firman Tuhan sebagai pedoman utama dalam hidup anda.

Pedoman Utama Kesaksian

Sejak jaman Abraham, orang-orang Yahudi mencari dan menanti datangnya Mesias, dan begitu banyak mesias-mesias  palsu yang datang dan pergi sejak jaman itu, bahkan sesudah Yesus bangkit dari kematian.

Mark. 9 : 4   “Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus.”

Sekarang sebagai simbol dukungan supremasi, Yesus Kristus sang Mesias telah mendapat dukungan dan kesaksian yang kuat dari dua pahlawan besar Israel kuno. Musa dan Elia berdiri di samping Yesus sebagai kesaksian jelas bahwa Yesus adalah Mesias. Kesaksian yang diberikan Musa dan Elia merupakan simbol dua saksi dalam kitab Wahyu 11, yang juga memberikan kesaksian tentang hukum Allah, kesaksian para nabi, firman Allah bahwa Yesus adalah satu-satunya, sang Mesias dan bukan yang lain. Seperti keraguan dari Yohanes Pembabtis dalam Mat. 11 : 3   “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan yang lain?” begitu juga umat Israel, mereka membutuhkan saksi tentang Mesias. Musa dan Elia adalah saksi itu, tidak ada manusia yang dapat memberikan kesaksian yang kuat selain kedua saksi Allah ini.

Pernyataan kesaksian dua saksi Allah ini juga merupakan penggenapan nubuat nabi Maleakhi 4 : 4 – 5   “Ingatlah kepada Taurat yang telah Kuperintahkan kepada Musa, hambaKu, di gunung Horeb untuk di sampaikan kepada seluruh Israel, yakni ketetapan-ketetapan dan hokum-hukum, sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu.”  Salah satu alasan  bahwa firman Tuhan sangat menakjubkan adalah karena firman Allah begitu tepat. Musa dan Elia telah hadir dalam perjanjian baru sebagai motivator bagi juruselamat untuk menghadapi kayu salib bagi keselamatan umat manusia.

Dua atau tiga saksi ( Wahyu 11 : 3 – 12 )

Wahyu 11 : 4  “Mereka adalah kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam Penggambaran dua saksi Allah ini adalah sebagai dua lampu dian dan dua pohon zaitun.

Mazmur 119 : 105   “FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku” lampu dian menggambarkan firman Tuhan, yang adalah terang dalam perjalanan kehidupan.

Zakharia 4 : 2, 6   “Aku melihat: tampak sebuah kandil, dari emas seluruhnya, dan tempat minyaknya di bagian atasnya;… “Inilah firman TUHAN.” Ketika Zakharia melihat pohon zaitun dalam sebuah penglihatan, dia bertanya kepada malaikat tentang penglihatan itu, pada ayat ini pohon zaitun merupakan gambaran firman Tuhan Allah yang berfungsi sebagai minyak zaitun di dalam lampu dian dan menjaga lampu dian tetap menyala.

Bil. 8 : 2   “Apabila engkau memasang lampu-lampu itu, haruslah ketujuh lampu itu menerangi yang di sebelah depan kandil

Kel. 25 : 37   “Haruslah kaubuat pada kandil itu tujuh lampu dan lampu-lampu itu haruslah di pasang di atas kandil itu, sehingga di terangi di depannya.”

Why. 4 : 5   “Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.”

Kuasa Saksi – Saksi 

Di dalam Wahyu 11 : 5 – 6  “Dan jikalau ada orang yang hendak menyakiti mereka, keluarlah api dari mulut mereka menghanguskan semua musuh mereka. Dan jikalau ada orang yang hendak menyakiti mereka, maka orang itu harus mati secara itu. Mereka mempunyai kuasa menutup langit, supaya jangan turun hujan selama mereka bernubuat; dan mereka mempunyai kuasa atas segala air untuk mengubahnya menjadi darah, dan untuk memukul bumi dengan segala jenis malapetaka, setiap kali mereka menghendakinya.”  Dalam ayat ini dituliskan pengalaman dari Musa dan Elia. Api yang turun dari langit di hadapan bangsa Mesir karena mereka mengejar bangsa Israel , hal serupa juga terjadi pada jaman Elia atas pasukan-pasukan yang melawan nabi itu. Elia yang telah berdoa dan menghentikan hujan, Musa yang berdoa dan mengubah air menjadi darah.
Dua saksi Allah ini merupakan saksi yang penting diperhatikan dalam mempelajari firman Tuhan menjelang kedatangan Kristus yang kedua. Bersaksi bahwa Yesus adalah Mesias. Kesaksian Musa dan Elia tentang Mesias yang terjadi di puncak gunung kemuliaan pada Markus 9  juga diperkuat oleh suara nyaring dari Bapa; “Inilah AnakKu yang Kukasihi, dengarkanlah Dia”. Ketiga nya sudah cukup memberi kesaksian bahwa Yesus adalah Mesias.
2 Kor 13 : 1   “Baru dengan keterangan dua atau tiga orang saksi suatu perkara sah.” mereka adalah Allah Bapa Musa dan Elia.

Kesaksian Murid-Murid Yesus

Mark. 9 : 5  “Kata Petrus kepada Yesus: “Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.” ketika membaca firman ini, kita bertanya-tanya bahwa bagaimana murid-murid bisa tahu bahwa dua orang yang bersama Yesus itu adalah Musa dan Elia? Bukankah murid-murid tidak pernah melihat mereka sebelumnya bahkan murid-murid tidak memiliki rekaman gambar atau foto yang dapat digunakan untuk membandingkan wajah Musa dan Elia. Salah satu alasan  murid-murid bisa mengenali dua orang itu adalah ketika Yesus berbicara dan menyebut nama nabi itu masing-masing.

Kitab Lukas telah menerangkan lebih jelas mengenai perbincangan antara Yesus, Musa dan Elia. Luk. 9 : 30 – 31  “Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia, Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergianNya yang akan di genapiNya di Yerusalem.” mereka memperbincangan tentang “tujuan kepergianNya” yaitu berkorban di bukit Kalvari.

Musa dan Elia adalah individu surgawi yang menguatkan Yesus dalam menghadapi Kalvari. Musa dan Elia tahu rasanya di tolak oleh bangsanya sendiri dan telah menghadapi hidup dalam penyiksaan. Perlu diingat bahwa Musa dan Elia sudah ada di sorga selama ratusan tahun, bukan karena perbuatan baik mereka, tetapi karena karunia dan merupakan “down payment” dari pengurbanan Yesus di Kalvari yang belum terjadi pada saat itu. Jika Yesus menolak jalan Kalvari yang ada di depanNya, maka Musa dan Elia tidak layak  tinggal di sorga.  

Musa dan Elia tanpa ragu mendukung dan menginspirasi Yesus untuk berani maju menghadapi apa yang ada di depanNya. Tujuan mereka adalah sebagai saksi bagi Kristus dan mendukung Kristus dalam menghadapi pencobaan dan pengorbanan.

Akhir Kata Kesaksian

Penting untuk kita ketahui apa yang terjadi pada akhir pertemuan di atas gunung kemuliaan itu. Mark. 9 : 7   “Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari awan itu terdengar suara: “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.” Allah Bapa hadir untuk meneguhkan AnakNya yang telah menerima kekuasaan. 

Pada awal pelayanan Yesus, Allah Bapa berkata secara pribadi ketika Yesus di babtis oleh Yohanes Pembabtis di sungai Yordan, bahwa Yesus adalah AnakNya. Mat. 3 : 17   “Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan.” perkataan ini menggambarkan kepada orang-orang Yahudi bahwa mereka tidak perlu lagi mencari Mesias lain, karena Yesus’ lah sang Mesias.

Kemudian pada akhir pelayananNya di bumi, Allah Bapa kembali meneguhkan Yesus adalah AnakNya, Mesias, juruselamat, dengan mengatakan dalam perintah sederhana dan mudah dipahami ; “Dengarkanlah Dia”.

Why. 2 : 1 , 7  “Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kananNya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu … Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang di katakan Roh kepada jemat-jemaat.” Allah Bapa, Sang Pencipta, memerintahkan anda dan saya untuk mendengarkan Yesus dan melakukan perintahNya.

bersambung "Dua Saksi Allah ( 1 b )"....

Tidak ada komentar: